Program TPM saat ini telah digandrungi oleh banyak perusahaan besar seperti Multi Bintang, Unilever, Heinz ABC dan masih banyak lagi perusahaan yang lainnya, TPM diindonesia telah lama digunakan di indonesia terutama yang diterapkan oleh Toyota, strategi toyota ini telah banyak dipakai oleh banyak industri manufaktur dengan "The Toyota Way" nya .
Dengan penerapan TPM diharapkan perusahaan akan bisa menang dalam persaingan global karena dengan adanya TPM terciptanya
- Cost Reduction sehingga menghasilkan product berkualitas dengan "Low Cost" dengan penerapan LEAN pada semua lini produksi.
- Delivery On Time tanpa adanya penundaan pemesanan oleh pelanggan
- Meminimalkan Defect / cacat produksi sehingga mengurangi resiko komplain dari pelangan
- Mesin selalu dalam keadaan siap pakai dan dalam kondisi fit
- Menciptakan lingkungan kerja yang disiplin
WASTE
"If it doesn't add value, it's waste"
Berapa lama dan banyak Pekerja, Material, maupun Mesin yang hanya menghasilkan "waste"
Waktu yang hilang karena mesin dibiarkan berhenti tidak menghasilkan produk
Losses menggerogoti profit
pelanggan tidak akan membayar losses
Peka terhadap losses adalah langkah awal memerangi losses
Pembiayar terhadap losses merupakan cerminan kurangnya ownership
"If it doesn't add value, it's waste"
Berapa lama dan banyak Pekerja, Material, maupun Mesin yang hanya menghasilkan "waste"
- Waste from people ( menunggu material, Menunggu mesin yang lagi jalan, cari alat kerja dengan membiarkan mesin breakdown, dll )
- Waste Material ( Transportation, penyimpanan, inspeksi & rework )
- Waste Machine ( Breakdown, setup, unproductive maintenance, product rusak/defect
Waktu yang hilang karena mesin dibiarkan berhenti tidak menghasilkan produk
Losses menggerogoti profit
pelanggan tidak akan membayar losses
Peka terhadap losses adalah langkah awal memerangi losses
Pembiayar terhadap losses merupakan cerminan kurangnya ownership
Tidak ada komentar:
Posting Komentar